Saya Blogger Indonesia

clock
Kang Hilal

Hilal and Friends

diambil pada saat LTUB di MAN Tanggeung
Subscribe
About this blog
More
FEEDJIT Recommended Reading
Buku Tamu
Daftar Blog Saya
-
-
T-shirt13 tahun yang lalu
-
cara instalasi windows seven 7 + gambar13 tahun yang lalu
-
Cara Menerbitkan Iklan di AdsenseCamp14 tahun yang lalu
-
Breaking Benjamin15 tahun yang lalu
-
Sms Gratis dari Facebook15 tahun yang lalu
-
Blog Archive
Followers
Advertisment
Twitter Updates
Kamis, 08 April 2010
Setiap OrangMemiliki Kemempuan Menulis Bagian 2
Senin, 29 Maret 2010
Independence anniversary: 300-year Dutch rule ended in armed struggle
Sophisticated kingdoms existed before the arrival of the Dutch, who consolidated their hold over two centuries, eventually uniting the archipelago in around 1900.
Independence anniversary: 300-year Dutch rule ended in armed struggle |
After Japan's wartime occupation ended, independence was proclaimed in 1945 by Sukarno, the independence movement's leader. The Dutch transferred sovereignty in 1949 after an armed struggle.
Long-term leader General Suharto came to power in the wake of an abortive coup in 1965. He imposed authoritarian rule while allowing technocrats to run the economy with considerable success.
But his policy of allowing army involvement in all levels of government, down to village level, fostered corruption. His "transmigration" programmes - which moved large numbers of landless farmers from Java to other parts of the country - fanned ethnic conflict.
Suharto fell from power after riots in 1998 and escaped efforts to bring him to justice for decades of dictatorship.
Post-Suharto Indonesia has made the transition to democracy. Power has been devolved away from the central government and the first direct presidential elections were held in 2004.
But the country faces demands for independence in several provinces, where secessionists have been encouraged by East Timor's 1999 success in breaking away after a traumatic 25 years of occupation.
Militant Islamic groups have flexed their muscles over the past few years. Some have been accused of having links with Osama Bin Laden's al-Qaeda organisation, including the group blamed for the 2002 Bali bombings which killed 202 people.
Lying near the intersection of shifting tectonic plates, Indonesia is prone to earthquakes and volcanic eruptions. A powerful undersea quake in late 2004 sent massive waves crashing into coastal areas of Sumatra, and into coastal communities across south and east Asia. The disaster left more than 220,000 Indonesians dead or missing.
Rabu, 24 Maret 2010
HARAPAN AKAN BLOG (Tugas Ujian Akhir, TIK)

sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh dewan guru MAN Tanggeung, khususnya kepada bapak Amsi yang telah membimbing saya dalam belajar TIK selama di MAN Tanggeung.
Harapan saya akan sebuah blog adalah, mungkin tidak akan jauh beda dengan orang-orang pada umumya, yaitu ingin belajar dan bisa bisnis di dalam dunia maya atau internet, sehingga dengan demikian blog dapat jadikan sesuatu yang dapat menghasilkan uang. mungkin untuk saat ini sya belum tahu dan bisa betul untuk melakukan bisnis online, misalkan pasang iklan dan lain sebagainya, dan mungkin sekarang sya masih dalam tahap belajar, tetapi kelak nanti, kalau saya punya uang, insya Allah saya kepengen beli Lap top, dan munkin akan lebih mendalami tentang bisnis online dalam internet.
Selain itu juga, dengan adanya saya punya Blog, saya ingin mengisi dan menyajikan berbagai informasi di dalam Blog saya untuk orang-orang di Indonesia, atau mungkin bahkan di seluruh dunia. misalkan informasi tentang Agama, pendidikan, ilmu pengetahuan, sains dan teknologi, hiburan dan lain sebagainya. Sehingga Bkog saya akan banyak dikunjunngi oleh orang-orang di indonesia bahkan dari seluruh dunia. sehingga kalau mereka membutuhkan informasi apapaun, mereka dapat berkunjung kedalam Blog saya.
Mungkin hanya itu harapan saya akan sebuah Blog.
Terima kasis atas perhatiannya, mohon maaf atas segala kekurangannya. dan saya akan tunggu saran dan kritiknya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Senin, 15 Maret 2010
COGITO ERGO SUM

Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Perancis. Artinya adalah: "aku berpikir maka aku ada". Maksudnya kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri.
Jika dijelaskan, kalimat "cogito ergo sum" berarti sebagai berikut. Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri.
Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang mungkin menuntunnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran. Mungkin saja bahwa pikiran manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, namun sebaliknya membawanya kepada kesalahan. Artinya, ada semacam kekuatan tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah.
Sampai di sini, Descartes tiba-tiba sadar bahwa bagaimanapun pikiran mengarahkan dirinya kepada kesalahan, namun ia tetaplah berpikir. Inilah satu-satunya yang jelas. Inilah satu-satunya yang tidak mungkin salah. Maksudnya, tak mungkin kekuatan tadi membuat kalimat "ketika berpikir, sayalah yang berpikir" salah. Dengan demikian, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa ketika ia berpikir, maka ia ada. Atau dalam bahasa Latin: COGITO ERGO SUM, aku berpikir maka aku ada.
Senin, 08 Maret 2010
Pupuisian


ONE DAY LATER
One day later
My body will die
But in the distich of this poem
I wouldn’t acquiesce you alone
One day later
My voice wouldn’t be heard again
Yet among rows of this poem
I will steadfast investigate you
One day later
My vision will be unrecognized again
Yet, in the letter cracks of this poem
I’ll look for you forever
THE RAIN IN JUNE
Nobody resolute
Rather than the rain in June
Its yearning-drizzle is hidden
To the tree which has bloom
Nobody wise
Rather than the rain in June
His footprints is erased
Which hesitant in the way
Nobody skillful
Rather than the rain in June
The unspoken thing is ignored
Absorbed by the root of the flower tree